0
TASYAKUR DAN RAKERWIL BKMT ACEHby PP.BKMTon.TASYAKUR DAN RAKERWIL BKMT ACEHBadan Kontak Majelis Taklim BKMT Aceh pada tanggal 8 – 9 Maret 2019 mengadakan Rapat Kerja Wilayah, Program dan kegiatan Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Aceh harus terstruktur, sistematis dan diukur kemanfaatannya. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam usaha menanggulangi permasalahan sosial seperti penyalahgunaan dan peredaran narkoba, kekerasan dan kekerasan seksual terhadap […]

Badan Kontak Majelis Taklim BKMT Aceh pada tanggal 8 – 9 Maret 2019 mengadakan Rapat Kerja Wilayah,

Program dan kegiatan Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Aceh harus terstruktur, sistematis dan diukur kemanfaatannya. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam usaha menanggulangi permasalahan sosial seperti penyalahgunaan dan peredaran narkoba, kekerasan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak serta berbagai kegiatan lainnya.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, selaku Pembina BKMT Aceh, saat membuka secara resmi Musyawarah Wilayah IV BKMT Aceh, di aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Sabtu (24/3/2018).

“Ke depan, BKMT harus menjadi lokomotif dalam membantu Pemerintah mewujudkan Aceh Hebat, Aceh yang bebas dari peredaran narkoba, Aceh yang bebas dari kekerasan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Aceh yang bebas dari ujaran kebencian dan hoaks, serta hal lain yang memberi kemanfaatan bagi masyarakat maupun bagi pengurus BKMT sendiri,” ujar Nova.

Wagub menghimbau agar BKMT Aceh terus mengkonsolidasikan dan membuat database, baik lembaga maupun anggotanya. Nova meyakini, perkembangan teknologi saat ini akan sangat membantu dan memudahkan melakukan hal tersebut.

Selanjutnya Wagub mengingatkan, selain wilayah aqidah, sebenarnya yang terpenting untuk dibenahi adalah wilayah muamalah. BKMT harus menjaga, memproteksi, mengembangkan dan memberdayakan umat.

“Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Namun, kondisi akhlak umat saat ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh buruk globalisasi, kesalahan pola asuh dan penyalahgunaan narkoba.”

Oleh karena itu, Wagub berpesan agar program-program yang nantinya disusun oleh BKMT dapat selaras dengan 15 program Pemerintah Aceh, dalam rangka mewujudkan Aceh Hebat, yaitu yang berkaitan dengan, program Aceh Meuadab dan Aceh Teuga.

Terkait peredaran narkoba, Wagub mengungkapkan bahwa berdasarkan data BNN, untuk tahun 2017 setidaknya ada 200 ton sabu-sabu asal tiongkok yang masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 5 persen saja yang berhasil diringkus oleh BNN.

“Bayangkan, bagaimana kondisi para pengguna narkoba tersebut saat ini. Oleh karena itu, untuk melindungi umat, maka BKMT harus mengambil peran, harus menjadi lokomotif dalam setiap program yang berkaitan dengan kampanye pemberantasan narkoba,” kata Wagub.

Hal lain yang juga penting untuk diperangi adalah ujaran kebencian serta penyebaran berita palsu atau hoaks. “Hal ini juga sangat mengkhawatirkan karena 80 persen hoaks yang sekarang bergentayangan dijagad maya justru disebarkan oleh 90 persen umat muslim. Padahal kita ketahui bersama, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan Lil ‘Alamin.”

Oleh karena itu, Wagub menghimbau agar BKMT dapat merancang program kerja yang tidak semata hablum minAllah tetapi juga menekankan pentingnya dakwah dan memperbaiki aqidah ummat atau hablum minannaas.

“Jika melulu urusan vertikal, lalu siapa yang akan memikirkan dan mempedulikan dan memperbaiki kerusakan umat? Oleh karena itu, BKMT harus mengimplementasikan Islam yang rahmatan Lil ‘alamin, bagaimana melahirkan, menghasilkan dan membentuk umat yang berakhlaqul Karimah. BKMT harus terus bergerak, terus belajar sembari mengimplementasikan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam,” sambung Nova.

Selain itu, dalam rangka membangun gerakan yang lebih luas, Wagub juga bepesan agar BKMT Aceh selalu menjalin komunikasi dan bersilaturrahmi dengan BKMT Pusat dan BKMT provinsi lain.

“Sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan Syari’at Islam, maka BKMT Aceh harus selalu menjadi yang terdepan, baik dalam hal kepeloporan suatu program maupun dalam kegiatan-kegiatan positif lainnya,” pungkas Wagub.

‘Muswil BKMT tahun inimengangkat tema ‘Melalui Muswil IV BKMT kita dukung Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pelaksanaan Syari’at Islam dengan nilai-nilai keislaman guna mewujudkan Aceh bermartabat yang damai dan sejahtera.’ Muswil BKMT Aceh tahun ini diikuti oleh 17 pengurus kabupaten/kota se-Aceh..

Author: 

Related Posts